sebutkan 3 tujuan diselenggarakan konferensi asia afrika di bandung!

Alasan diselenggarakan Konferensi Asia Afrika adalah sebagai berikut:

  • Menciptakan perdamaian dan ketenteraman hidup bangsa-bangsa Asia dan Afrika.
  • Memajukan kehendak luhur dengan meningkatkan kerja sama antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan untuk kepentingan bersama, persahabatan, dan hubungan bertetangga yang baik.
  • Meninjau kedudukan dan kedaulatan negara-negara Asia dan Afrika terhadap bentuk imperialisme dan kolonialisme serta mempertimbangkan segala bentuk permasalahan diskriminasi ras dan rasialisme. 
  • Memperluas peranan bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam kerja sama internasional dan ikut serta mengusahakan perdamaian dunia.  

Pembahasan

Kronologi Peristiwa Menuju Konferensi Asia-Afrika (KAA)

  1. Setelah Perang Dunia II berakhir, kondisi keamanan dunia belum stabil karena munculnya perang dingin (cold war) antara Blok Timur (Uni Sovyet) dengan Blok Barat (Amerika Serikat).
  2. Negara-negara dunia ketiga sebagai negara-negara yang baru merdeka ingin bangkit dan menggalang persatuan melalui sebuah pertemuan bersama.
  3. Sebelum KAA berlangsung didahului oleh Konferensi Colombo di Ceylon (kini Srilanka) tanggal 28 April 1954 – 2 Mei 1954, dilanjutkan oleh Konferensi Panca Negara di Bogor tanggal 28 – 31 Desember 1954. Pada Konferensi Panca Negara di Bogor inilah disepakati tujuan pelaksanaan atau alasan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika.
  4. Tokoh-tokoh wakil lima negara Konferensi Panca Negara sebagai negara sponsor menuju KAA, adalah sebagai berikut: \boxed{Perdana~Menteri~RI~Mr.~Ali~Sastroamidjojo}\boxed{Perdana~Menteri~India~Jawaharlal~Nehru}\boxed{Perdana~Menteri~Pakistan~Mohammed~Ali}\boxed{Perdana~Menteri~Birma~(kini~Myanmar)~U~Nu}\boxed{Perdana~Menteri~Srilanka~Sir~John~Lionel~Kotelawala}

Konferensi Asia-Afrika (KAA) diadakan di Bandung, Jawa Barat, tanggal 18-24 April 1955, bertempat di Gedung Merdeka (sebelumnya bernama Gedung Concordia) dan Gedung Dwiwarna (sebelumnya bernama Gedung Dana Pensiun), yang terletak di Jalan Asia Afrika (sebelumnya bernama Jalan Raya Timur). Perubahan nama tempat dan jalan tersebut atas inisiatif Presiden Soekarno. Semula ada 30 negara yang diundang, namun Rhodesia (Afrika Tengah) masih terlibat konflik dengan negara penjajah, sehingga 29 negara yang hadir di KAA dengan 6 negara di antaranya merupakan negara Afrika.

KAA diketuai oleh Perdana Menteri Indonesia Mr.Ali Sastroamidjojo. Komite-komite dan sekretaris jenderal KAA adalah sebagai berikut:

  • Ketua Komite Politik: Ali Sastroamidjojo
  • Ketua Komite Ekonomi: Roosseno
  • Ketua Komite Kebudayaan: Muhammad Yamin
  • Sekretaris Jenderal Konferensi: Roeslan Abdulgani

Hasil KAA berupa pernyataan politik yang disebut Dasasila Bandung yang berisi prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerja sama dunia. Isi Dasasila Bandung mirip dengan Piagam Hak Asasi Manusia PBB dan Atlantic Charter.

Dampak KAA bagi Indonesia dan dunia:

  • dukungan dari negara peserta KAA kepada Indonesia dalam masalah perebutan Irian Barat dari tangan Belanda di Sidang Majelis Umum PBB tahun 1956;
  • perjanjian dwi kewarganegaraan RI-Tiongkok (Republik Rakyat Cina, RRC);
  • kemerdekaan Aljazair dan Maroko, serta beberapa negara Afrika lainnya;
  • muncul gerakan negara-negara dunia ketiga yang tergabung dalam gerakan non blok untuk mengimbangi perang dingin antara Blok Barat (Amerika Serikat) dan Blok Timur (Uni Sovyet).

Pelajari lebih lanjut

  1. Peranan Indonesia di KAA https://sebuahcatatan.live/as/catatanbrain/tugas/2160888
  2. Negara-negara peserta KAA https://sebuahcatatan.live/as/catatanbrain/tugas/2160888
  3. Dasasila Bandung https://sebuahcatatan.live/as/catatanbrain/tugas/2160888

---------------------------------------  

Detil jawaban

Kelas         : XII

Mapel        : Sejarah

Bab            : Indonesia Era Demokrasi Liberal

Kode          : 12.3.1

Kata Kunci : alasan diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika, tujuan dilaksanakan, Konferensi Asia Afrika, KAA, Konferensi Colombo, Srilanka, 1954, Konferensi Panca Negara, Bogor, Bandung, Jawa Barat, Gedung Merdeka, Presiden Soekarno, perdana menteri, RI, Indonesia, Mr. Ali Sastroamidjojo, India, Jawaharlal Nehru, Pakistan, Mohammad Ali, Srilanka, Ceylon, Sir John Lionel Kotelawala, Birma, Burma, Myanmar, U Nu, perang dunia II, perang dingin, blok barat, blok timur, Amerika Serikat, Uni Sovyet, Dasasila Bandung, dunia ketiga, gerakan nonblok, non blok, perdamaian dunia, diskriminasi ras, rasialisme, penjajah, imperialisme, kolonialisme, ketua komite, Rosseno, Muhammad Yamin, Roeslan Abdulgani, lebih, lanjut, lebih lanjut, brainly


LihatTutupKomentar